<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Puisi Anti-Perang on kenji.blog</title><link>http://kenji.blog/id/tags/puisi-anti-perang/</link><description>Recent content in Puisi Anti-Perang on kenji.blog</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>kenjinote</copyright><lastBuildDate>Thu, 25 Jul 2024 13:16:47 +0900</lastBuildDate><atom:link href="http://kenji.blog/id/tags/puisi-anti-perang/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Janganlah Engkau Mati</title><link>http://kenji.blog/id/p/janganlah-engkau-mati/</link><pubDate>Thu, 25 Jul 2024 13:16:47 +0900</pubDate><guid>http://kenji.blog/id/p/janganlah-engkau-mati/</guid><description>&lt;p>&lt;img src="http://kenji.blog/p/%E5%90%9B%E6%AD%BB%E3%81%AB%E3%81%9F%E3%81%BE%E3%81%B5%E3%81%93%E3%81%A8%E3%81%AA%E3%81%8B%E3%82%8C/img.png"
width="1080"
height="1080"
srcset="http://kenji.blog/p/%E5%90%9B%E6%AD%BB%E3%81%AB%E3%81%9F%E3%81%BE%E3%81%B5%E3%81%93%E3%81%A8%E3%81%AA%E3%81%8B%E3%82%8C/img_hub1fb50838efd9b9ec0f364c86e062d91_1677486_480x0_resize_box_3.png 480w, http://kenji.blog/p/%E5%90%9B%E6%AD%BB%E3%81%AB%E3%81%9F%E3%81%BE%E3%81%B5%E3%81%93%E3%81%A8%E3%81%AA%E3%81%8B%E3%82%8C/img_hub1fb50838efd9b9ec0f364c86e062d91_1677486_1024x0_resize_box_3.png 1024w"
loading="lazy"
alt="img.png"
class="gallery-image"
data-flex-grow="100"
data-flex-basis="240px"
>&lt;/p>
&lt;h1 id="akiko-yosano">Akiko Yosano
&lt;/h1>&lt;p>&lt;strong>&amp;ldquo;Janganlah Engkau Mati&amp;rdquo;&lt;/strong>&lt;/p>
&lt;p>―― Meratapi adikku di pasukan pengepungan Port Arthur&lt;/p>
&lt;p>Ah adikku, aku menangis untukmu,
Janganlah engkau mati,
Karena engkau lahir paling akhir
Kasih sayang orang tua lebih besar kepadamu,
Apakah orang tua memberi pisau di tanganmu
Dan mengajarkanmu untuk membunuh orang?
Apakah mereka membesarkanmu hingga usia dua puluh empat
Hanya untuk membunuh orang dan mati?&lt;/p>
&lt;p>Engkau adalah tuan yang bangga akan rumah tua
Seorang pedagang di jalanan Sakai
Dan karena engkau mewarisi nama orang tuamu,
Janganlah engkau mati,
Bahkan jika kastil Port Arthur runtuh,
Atau tidak runtuh, apa pedulimu?
Engkau tidak tahu, bukan?
Hal itu tidak ada dalam tradisi keluarga pedagang.&lt;/p>
&lt;p>Janganlah engkau mati,
Kaisar tidak pergi
Ke medan perang sendiri,
Apakah dia menyuruh orang saling menumpahkan darah,
Mati di jalan binatang buas,
Dan menganggap kematian sebagai kehormatan manusia?
Dengan hatinya yang agung,
Bagaimana mungkin dia berpikir demikian sejak awal?&lt;/p>
&lt;p>Ah adikku, di medan pertempuran
Janganlah engkau mati,
Ibu kita yang ditinggalkan pada musim gugur lalu
Oleh mendiang ayah,
Di tengah kesedihannya, dengan pedih
Putranya dipanggil pergi, ia menjaga rumah,
Bahkan di zaman kekuasaan yang katanya damai ini
Uban di rambut ibu semakin bertambah.&lt;/p>
&lt;p>Menangis tersungkur di balik tirai toko
Istri mudamu yang rapuh,
Apakah engkau melupakannya, atau memikirkannya?
Pikirkanlah hati gadis
Yang berpisah sebelum sepuluh bulan bersama,
Di dunia ini engkau satu-satunya baginya
Ah, kepada siapa lagi dia harus bergantung?
Janganlah engkau mati.&lt;/p></description></item></channel></rss>