<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Lalu Lintas on kenji.blog</title><link>http://kenji.blog/id/tags/lalu-lintas/</link><description>Recent content in Lalu Lintas on kenji.blog</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><copyright>kenjinote</copyright><lastBuildDate>Thu, 10 Sep 2026 21:00:00 +0900</lastBuildDate><atom:link href="http://kenji.blog/id/tags/lalu-lintas/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Membangun Jalan Baru Malah Memperparah Kemacetan?: Paradoks Braess</title><link>http://kenji.blog/id/p/braess-paradox/</link><pubDate>Thu, 10 Sep 2026 21:00:00 +0900</pubDate><guid>http://kenji.blog/id/p/braess-paradox/</guid><description>&lt;img src="http://kenji.blog/p/braess-paradox/img/braess_paradox.jpg" alt="Featured image of post Membangun Jalan Baru Malah Memperparah Kemacetan?: Paradoks Braess" />&lt;p>Jam sibuk komuter pagi hari. Kabar baik datang kepada Anda yang merasa frustrasi dengan jalanan yang macet setiap hari.
&amp;ldquo;Untuk mengurai kemacetan, departemen perencanaan kota telah membangun &lt;strong>jalan pintas terbaru&lt;/strong>!&amp;rdquo;
Semua orang pasti berharap dengan ini mereka bisa tidur sedikit lebih lama mulai besok.&lt;/p>
&lt;p>Namun keesokan harinya, saat jalan baru tersebut dibuka, alih-alih membaik, keadaan malah memicu &lt;strong>kemacetan lalu lintas yang lebih parah dari sebelumnya&lt;/strong>, dan waktu perjalanan komuter semua orang menjadi lebih panjang.&lt;/p>
&lt;p>Ini bukanlah legenda urban atau kisah kegagalan pemerintah. Ini adalah fenomena terkenal dalam teori jaringan yang dibuktikan secara matematis pada tahun 1968 oleh matematikawan Jerman Dietrich Braess, yang dikenal sebagai &lt;strong>&amp;ldquo;Paradoks Braess (Braess&amp;rsquo;s Paradox)&amp;rdquo;&lt;/strong>.&lt;/p>
&lt;h2 id="model-paradoks-4000-komuter">Model Paradoks: 4.000 Komuter
&lt;/h2>&lt;p>Mari kita periksa dengan model matematika sederhana mengapa fenomena &amp;ldquo;jalan bertambah tetapi semua orang menjadi lebih lambat&amp;rdquo; bisa terjadi.&lt;/p>
&lt;p>Ada 4.000 pengemudi yang menuju ke titik tujuan (kawasan perkantoran) dari titik awal (area perumahan).
Awalnya, hanya ada 2 rute berikut (rute atas dan rute bawah).&lt;/p>
&lt;ul>
&lt;li>&lt;strong>Rute Atas&lt;/strong>: Melewati jalan sempit $A$, dan kemudian melewati jalan tol lebar $B$.&lt;/li>
&lt;li>&lt;strong>Rute Bawah&lt;/strong>: Melewati jalan tol lebar $C$, dan kemudian melewati jalan sempit $D$.&lt;/li>
&lt;/ul>
&lt;p>Karena &amp;ldquo;jalan sempit&amp;rdquo; akan menjadi macet jika jumlah mobil bertambah, waktu yang dibutuhkan adalah &amp;ldquo;jumlah mobil yang berjalan $\div 100$&amp;rdquo; menit.
&amp;ldquo;Jalan tol lebar&amp;rdquo; tidak akan pernah macet tidak peduli berapa banyak mobil yang datang, dan selalu memakan waktu &amp;ldquo;45 menit&amp;rdquo;.&lt;/p>
&lt;div class="mermaid">graph LR
START["Titik Awal (4000 orang)"] -->|Jalan sempit A: T=N/100| MID1["Titik Tengah 1"]
START -->|Jalan tol C: T=45 menit| MID2["Titik Tengah 2"]
MID1 -->|Jalan tol B: T=45 menit| GOAL["Tujuan"]
MID2 -->|Jalan sempit D: T=N/100| GOAL
style START fill:#4CAF50,color:#fff
style GOAL fill:#F44336,color:#fff&lt;/div>
&lt;h3 id="waktu-tempuh-sebelum-pembangunan-jalan">Waktu Tempuh [Sebelum Pembangunan Jalan]
&lt;/h3>&lt;p>Karena para pengemudi ini pintar, mereka akan mencoba memilih rute yang sedikit lebih cepat. Akibatnya, 4.000 orang terbagi rata ke rute atas (2.000 orang) dan rute bawah (2.000 orang).&lt;/p>
&lt;ul>
&lt;li>&lt;strong>Waktu tempuh rute atas&lt;/strong>: $\frac{2000}{100}$ menit (jalan sempit) + $45$ menit (jalan tol) = &lt;strong>$65$ menit&lt;/strong>&lt;/li>
&lt;li>&lt;strong>Waktu tempuh rute bawah&lt;/strong>: $45$ menit (jalan tol) + $\frac{2000}{100}$ menit (jalan sempit) = &lt;strong>$65$ menit&lt;/strong>&lt;/li>
&lt;/ul>
&lt;p>Rute mana pun yang dipilih, waktu tempuhnya stabil di angka &amp;ldquo;65 menit&amp;rdquo; untuk semua orang.&lt;/p>
&lt;h2 id="jebakan-jalan-pintas">Jebakan Jalan Pintas
&lt;/h2>&lt;p>Sekarang, misalkan wali kota membangun &amp;ldquo;&lt;strong>jalan pintas super cepat impian yang memungkinkan perpindahan dari Titik Tengah 1 ke Titik Tengah 2 dengan waktu tempuh 0 menit (sekejap)&lt;/strong>&amp;rdquo;.&lt;/p>
&lt;div class="mermaid">graph LR
START["Titik Awal (4000 orang)"] -->|Jalan sempit A: T=N/100| MID1["Titik Tengah 1"]
START -->|Jalan tol C: T=45 menit| MID2["Titik Tengah 2"]
MID1 -.->|Jalan pintas baru: T=0 menit| MID2
MID1 -->|Jalan tol B: T=45 menit| GOAL["Tujuan"]
MID2 -->|Jalan sempit D: T=N/100| GOAL
style START fill:#4CAF50,color:#fff
style GOAL fill:#F44336,color:#fff
style MID1 fill:#FF9800,stroke:#333
style MID2 fill:#FF9800,stroke:#333&lt;/div>
&lt;p>Para pengemudi sekarang memiliki pilihan rute baru.
Pengemudi yang berdiri di titik awal akan berpikir:
&amp;ldquo;Daripada menggunakan jalan tol C (45 menit), lebih baik melewati jalan sempit A. Karena dalam skenario terburuk sekalipun, jika 4000 orang memilih A, itu hanya akan memakan waktu 40 menit (4000/100).&amp;rdquo;&lt;/p>
&lt;p>Oleh karena itu, &lt;strong>ke-4.000 orang tersebut semuanya menuju ke &amp;ldquo;jalan sempit A&amp;rdquo;&lt;/strong>.
Sesampainya di Titik Tengah 1, mereka kembali berpikir:
&amp;ldquo;Daripada menggunakan jalan tol B (45 menit), lebih baik melewati jalan pintas baru (0 menit) lalu menggunakan jalan sempit D. Karena paling buruk pun jika semua orang melewati D, itu hanya memakan waktu 40 menit.&amp;rdquo;&lt;/p>
&lt;p>Oleh karena itu, &lt;strong>ke-4.000 orang tersebut semuanya melewati &amp;ldquo;jalan pintas baru&amp;rdquo; dan menuju ke &amp;ldquo;jalan sempit D&amp;rdquo;&lt;/strong>.&lt;/p>
&lt;h3 id="waktu-tempuh-setelah-pembangunan-jalan">Waktu Tempuh [Setelah Pembangunan Jalan]
&lt;/h3>&lt;p>Sebagai akibat dari semua orang membuat &amp;ldquo;pilihan tercepat (paling rasional) bagi diri mereka sendiri&amp;rdquo;, semua orang akhirnya melewati rute yang sama (A → Jalan pintas baru → D).&lt;/p>
&lt;p>Mari kita hitung waktu tempuhnya:&lt;/p>
&lt;ul>
&lt;li>Jalan sempit $A$: $\frac{4000}{100} = 40$ menit&lt;/li>
&lt;li>Jalan pintas baru: $0$ menit&lt;/li>
&lt;li>Jalan sempit $D$: $\frac{4000}{100} = 40$ menit&lt;/li>
&lt;li>&lt;strong>Total: $80$ menit&lt;/strong>&lt;/li>
&lt;/ul>
&lt;p>Anehnya, meskipun telah dibangun jalan pintas baru yang nyaman, waktu komuter semua orang justru &lt;strong>memburuk dari &amp;ldquo;65 menit&amp;rdquo; menjadi &amp;ldquo;80 menit&amp;rdquo;&lt;/strong>.&lt;/p>
&lt;p>Anda mungkin berpikir, &amp;ldquo;Mengapa tidak salah satu saja menggunakan jalan belakang (rute lama)?&amp;rdquo; Namun, jika satu orang memilih rute jalan tol (45 menit + 40 menit = 85 menit), itu akan menjadi lebih lambat dari 80 menit saat ini, sehingga tidak ada yang bersedia mengubah rute.
Dalam teori permainan, ini disebut telah mencapai &lt;strong>&amp;ldquo;Keseimbangan Nash&amp;rdquo; (Nash Equilibrium)&lt;/strong>. Akibat dari setiap orang mengambil tindakan terbaik untuk diri mereka sendiri, secara keseluruhan justru jatuh ke dalam hasil yang paling buruk.&lt;/p>
&lt;h2 id="contoh-nyata-di-dunia-nyata">Contoh Nyata di Dunia Nyata
&lt;/h2>&lt;p>Paradoks Braess bukan sekadar teori di atas kertas semata, melainkan telah diamati berkali-kali dalam lalu lintas kota dan sistem jaringan di dunia nyata.&lt;/p>
&lt;ul>
&lt;li>&lt;strong>Tahun 1969, Stuttgart, Jerman&lt;/strong>:
Sebuah jalan baru dibangun untuk mengurai kemacetan lalu lintas, namun kemacetan justru semakin parah. Pada akhirnya, ketika jalan baru tersebut &lt;strong>ditutup, aliran lalu lintas menjadi membaik&lt;/strong>.&lt;/li>
&lt;li>&lt;strong>Tahun 1990, New York&lt;/strong>:
Pada acara Hari Bumi, ketika &amp;ldquo;Jalan 42&amp;rdquo; yang merupakan pusat kemacetan ditutup sepenuhnya, bertentangan dengan prediksi para pakar lalu lintas, kemacetan di seluruh Manhattan secara dramatis &lt;strong>terurai&lt;/strong>.&lt;/li>
&lt;li>&lt;strong>Jaringan Komunikasi&lt;/strong>:
Fenomena yang sama juga dapat terjadi pada perutean internet dan jaringan listrik. Segera setelah kabel atau jalur baru ditambahkan, paket data dapat menumpuk di &amp;ldquo;jalur terpendek yang dianggap optimal&amp;rdquo;, yang terkadang menyebabkan gangguan pada seluruh jaringan.&lt;/li>
&lt;/ul>
&lt;p>Paradoks Braess dengan sangat baik menggambarkan dilema dalam masyarakat sistem yang kompleks, di mana &lt;strong>&amp;ldquo;kumpulan pilihan rasional (egoisme) individu&amp;rdquo; tidak selalu menghasilkan &amp;ldquo;hasil optimal secara keseluruhan&amp;rdquo;&lt;/strong>. Terkadang, &amp;ldquo;mencabut pilihan (kebebasan)&amp;rdquo; justru dapat menguntungkan semua pihak.&lt;/p></description></item></channel></rss>