Kami merangkum informasi tentang tanda “wajib” pada UI layar (formulir) di luar negeri, beserta materi pedoman UI.
📌 Tanda Wajib Utama dan Praktik Terbaik
Penggunaan Asterisk (*)
- Ini adalah yang paling umum dan banyak digunakan, di mana bidang wajib ditandai dengan “*”.
- Namun, penjelasan di awal formulir seperti “ adalah bidang wajib” sangat diperlukan* (Nielsen Norman Group, California State University, Northridge).
- Ada juga contoh penggunaan warna untuk penekanan (seperti teks merah).
Menyatakan “Required” atau “(required)” dengan Jelas pada Label
- Dengan menambahkan kata “Required” di dalam label, ini juga dapat diperjelas untuk pembaca layar, sehingga meningkatkan aksesibilitas (Deque).
Kombinasi Atribut ARIA dan Atribut
requiredHTML5- Selain tampilan visual, penggunaan
aria-required="true"dan<input required>dapat menyampaikan kewajiban secara terprogram (Deque).
- Selain tampilan visual, penggunaan
Menggunakan “(optional)” untuk Menandai Bidang Opsional Secara Jelas
- Ada juga metode untuk dengan jelas menyatakan bidang opsional menggunakan “(optional)” alih-alih bidang wajib, yang efektif ketika keduanya dicampur.
- Namun, Nielsen‑Norman menunjukkan bahwa “lebih mudah untuk menilai jika bidang wajib juga dinyatakan dengan jelas” (TPGi).
✅ Ringkasan Materi Pedoman UI
| Sumber | Konten |
|---|---|
| NN/g: Marking Required Fields in Forms | Kombinasi asterisk + teks penjelasan direkomendasikan, dan hanya menampilkan opsi opsional dianggap kurang ramah pengguna (Nielsen Norman Group). |
| Deque (Anatomy of Accessible Forms) | ・Menggunakan string “Required” atau gambar di dalam label. ・Dinyatakan dengan jelas bahwa indikasi berdasarkan warna saja tidak cukup. |
| W3C Techniques (H90) | Contoh penyertaan asterisk atau “(required)” dalam label, dan mendefinisikan artinya di awal formulir. |
| TPGi (Doing what’s required) | Mempertimbangkan aksesibilitas, kombinasi asterisk + atribut ARIA + penyisipan teks label dievaluasi sebagai yang paling optimal. |
| Panduan UX Formulir Contensis | Diringkas secara singkat bahwa penandaan yang konsisten (* atau (optional)) adalah hal yang penting. |
✅ Pendekatan yang Direkomendasikan dalam Implementasi
Tambahkan teks penjelasan di awal formulir :
Fields marked with * are required. (Atau secara kolektif “All fields are required”, dan jika ada yang opsional “unless marked optional”)
Penambahan Label :
- Ditulis seperti
First Name *atauEmail (required).
- Ditulis seperti
Atribut ARIA dan HTML5 :
1 2<label for="email">Email <abbr title="required">*</abbr></label> <input id="email" required aria-required="true">Jangan Hanya Mengandalkan Warna : Berikan dukungan baik secara visual maupun terprogram.
🔗 Tautan Referensi (Materi Pedoman UI)
- NN/g: Marking Required Fields in Forms (California State University, Northridge, Nielsen Norman Group, Deque)
- Deque: Anatomy of Accessible Forms (Deque)
- W3C Techniques: H90 Indicating required form controls (W3C)
- TPGi: Indicating mandatory fields accessibly (TPGi)
- Contensis: UX Forms Guidelines (Contensis)
Jika diperlukan, kami juga dapat memberikan contoh kode HTML/CSS tertentu, templat desain komponen UI untuk Sketch atau Figma, dll. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan kami!
