Featured image of post Serangan Balik Open Source: Sejarah Android - Bagaimana OS Mobile Terbesar di Dunia Lahir

Serangan Balik Open Source: Sejarah Android - Bagaimana OS Mobile Terbesar di Dunia Lahir

Untuk melawan kemunculan iPhone, Google membentuk 'Open Handset Alliance'. Artikel ini menjelaskan bagaimana perubahan model bisnis yang menawarkan OS secara gratis mengubah smartphone di seluruh dunia.

1. Perubahan Arah dari OS untuk Kamera

Saat ini, OS raksasa “Android” memegang sekitar 70% pangsa pasar smartphone global. Awal mulanya bukanlah Google, melainkan sebuah perusahaan startup kecil bernama “Android Inc.”. Didirikan pada tahun 2003 oleh Andy Rubin dan rekan-rekannya, Android Inc. pada awalnya mengembangkan sistem operasi canggih untuk kamera digital. Namun, karena merasakan batasan dalam pertumbuhan pasar kamera digital, mereka mengalihkan target ke “ponsel (feature phone)”.

Google-lah yang mengakuisisi mereka yang saat itu sedang mengalami kesulitan keuangan pada tahun 2005 dengan harga hanya 50 juta dolar. Pada saat itu, iPhone belum ada tanda-tanda kemunculannya, dan tujuan Google adalah “mengamankan platform pencarian mobile masa depan”.

2. Tahun 2007, Kemunculan iPhone dan Perancangan Ulang dari Awal

Pada bulan Januari 2007, Steve Jobs mengumumkan iPhone generasi pertama. Prototipe “Sooner” yang sedang dikembangkan oleh tim Android saat itu memiliki desain lama dengan keyboard fisik seperti BlackBerry. Melihat layar multisentuh inovatif iPhone, Andy Rubin, yang mendengarkan presentasi tersebut di dalam mobilnya, dikabarkan menyadari bahwa “Apa yang kami buat adalah sampah. Kami harus membuatnya ulang.

Mereka sepenuhnya membuang desain lama dan mengubah arah secara besar-besaran untuk mengembangkan “Dream”, sebuah OS baru yang dioptimalkan untuk layar sentuh.

3. Pembentukan Open Handset Alliance (OHA)

Strategi yang diambil Google berlawanan dengan model integrasi vertikal seperti Apple yang “memonopoli perangkat keras dan perangkat lunak di perusahaannya sendiri”. Pada bulan November 2007, Google mengumumkan pembentukan “Open Handset Alliance (OHA)” yang melibatkan produsen ponsel seperti Samsung, HTC, Motorola, produsen semikonduktor seperti Qualcomm, dan operator telekomunikasi.

Google menawarkan OS Android yang telah dikembangkannya secara gratis sepenuhnya (open source), memungkinkan produsen untuk menyesuaikannya dengan bebas dan memasangnya di smartphone mereka. Dari sudut pandang produsen, ini adalah tawaran menarik yang tidak bisa ditolak karena mereka tidak perlu menghabiskan biaya pengembangan yang besar untuk membuat OS sendiri, dan layanan kuat Google (Penelusuran, Peta, YouTube) dapat langsung digunakan dari awal.

4. Perangkat Android Pertama “HTC Dream” dan Rahasia Nama Versi

Pada bulan Oktober 2008, smartphone bertenaga Android pertama di dunia “HTC Dream (T-Mobile G1)” dirilis. Meskipun memiliki bentuk unik di mana keyboard fisik akan muncul ketika layarnya digeser, dari sinilah kesuksesan pesat Android dimulai.

Hal yang tidak terpisahkan saat membicarakan sejarah Android adalah “nama kode camilan manis”. Dimulai dengan “Cupcake” di Android 1.5, diikuti oleh Donut, Eclair, Froyo, Gingerbread… dan seterusnya, nama-nama camilan manis diberikan sesuai urutan abjad. Khususnya “Android 4.0 (Ice Cream Sandwich)” yang dirilis pada tahun 2011 dikenal sebagai versi revolusioner yang mengintegrasikan UI yang sebelumnya terbagi untuk smartphone dan tablet, membentuk fondasi Android modern saat ini.

5. Lompatan Samsung “Galaxy” dan Perang Paten dengan Apple

Di antara produsen yang menerima Android secara gratis, yang paling sukses adalah Samsung dari Korea Selatan. Seri “Galaxy S” berkuasa sebagai saingan tangguh bagi iPhone, dan selalu memimpin tren perangkat keras dengan memperbesar ukuran layar (phablet) dan mengadopsi layar OLED.

Namun, Apple tidak mungkin diam saja melihat ekspansi pesat Android. Mendiang Steve Jobs sangat marah dan mengatakan, “Android adalah produk curian dari iPhone. Saya bersedia memulai perang nuklir untuk menghancurkan produk ini,” dan perang tuntutan hukum paten yang sengit (perang paten smartphone) meletus di seluruh dunia. Konflik ini berlanjut selama beberapa tahun, tetapi pada akhirnya berakhir dengan perdamaian antara kedua pihak yang sudah tumbuh terlalu besar.

6. Kesimpulan: Dua Raksasa Ekosistem Mobile

Saat ini, pasar smartphone pada dasarnya adalah duopoli (dominasi ganda) oleh “iOS” milik Apple dan “Android” milik Google.

  • iOS: “Taman berpagar indah” tempat Apple secara ketat mengontrol perangkat keras dan perangkat lunak. Keamanan tinggi dan pengalaman pengguna yang seragam.
  • Android: “Infrastruktur terbuka” bagi produsen di seluruh dunia untuk membuat beragam perangkat (seperti smartphone lipat dan versi murah). Dapat disesuaikan dan memiliki keberagaman.

Proyek kecil yang dulunya berawal dari OS untuk kamera ini telah berkembang menjadi sistem operasi yang paling luas tersebar dalam sejarah umat manusia, berkat filosofi Google untuk “menggratiskan akses ke informasi” dan kekuatan open source.

comments powered by Disqus