Jumlah Baris Kode Sumber
Halo!
Hari ini saya ingin berbicara tentang tema yang sedikit berbeda.
Ini tentang, “Seberapa banyak jumlah baris kode sumber meningkat dibandingkan dengan masa lalu?”
Misalnya, perangkat lunak pesawat ulang-alik (Space Shuttle) terdiri dari sekitar 420.000 baris kode. Kode ini dikembangkan melalui proses yang sangat ketat untuk memenuhi standar kualitas NASA yang tinggi. Di sisi lain, dalam proyek perangkat lunak berskala besar modern, tidak jarang jumlah baris kode melebihi puluhan juta baris. Sebagai contoh, basis kode Google dikatakan mencapai sekitar 2 miliar baris.
Dengan cara ini, skala perangkat lunak telah berkembang seiring berjalannya waktu.
Tapi, tunggu sebentar.
Peningkatan jumlah baris kode tidak selalu merupakan hal yang buruk. Adalah hal yang wajar jika kode bertambah untuk menambahkan fitur baru atau memenuhi kebutuhan pengguna. Namun, seiring bertambahnya kode, risiko bug juga meningkat. Faktanya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketika sebuah proyek open-source melampaui 1 juta baris, tingkat kemunculan bug cenderung meningkat.
Meskipun demikian, tidak semua proyek menambah jumlah kodenya dengan cara yang sama.
Sebagai contoh, kernel Linux memiliki sekitar 200.000 baris pada versi 1.0 tahun 1994, tetapi meningkat menjadi sekitar 20 juta baris pada versi 4.2 tahun 2015. Peningkatan ini adalah respons terhadap evolusi perangkat keras dan penambahan fitur baru.
Oleh karena itu, jumlah baris kode sumber sangat bervariasi tergantung pada skala dan tujuan proyek, serta konteks sejarahnya.
Peningkatan jumlah baris kode itu sendiri bukanlah suatu masalah, tetapi manajemen yang tepat diperlukan untuk menjaga kualitas dan pemeliharaannya. Penting untuk memahami risiko yang terkait dengan peningkatan kode dan mengambil langkah-langkah yang tepat.
Terakhir, saya pikir penting untuk fokus pada tujuan dan kualitas proyek daripada terlalu terpaku pada jumlah baris kode.
Sampai jumpa lagi!
